Asahan, Infojurnalis.com — Wakil Bupati Asahan, Rianto, S.H., M.AP., memaparkan potensi Desa Hessa Perlompongan, Kecamatan Air Batu, dalam pengusulan Program Kampung Kreatif Sumut Berkah Tahun 2026. Desa tersebut diarahkan menjadi destinasi wisata yang memadukan budaya, lingkungan, pertanian, UMKM, dan industri kreatif untuk mendorong kesejahteraan masyarakat.
Pemaparan berlangsung dalam kegiatan Entry Meeting di Aula Mawar, Kantor Bupati Asahan, Kamis (1/10/2026). Kegiatan ini dihadiri tim Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Asahan, sejumlah kepala perangkat daerah dan perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD), Camat Air Batu, serta Kepala Desa Hessa Perlompongan.
Dalam kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Asahan mengusung konsep “ECO Cultural and Creative Village Desa Hessa Perlompongan” dengan tema “Membangun Desa sebagai Destinasi Wisata yang Hijau, Berbudaya, Kreatif, Produktif dan Berkelanjutan.”
Wabup Asahan Rianto menyampaikan selamat datang kepada tim Pemerintah Provinsi Sumatera Utara yang hadir untuk melakukan penilaian terhadap desa yang diusulkan dalam program tersebut. Ia berharap potensi lokal Desa Hessa Perlompongan dapat dikembangkan menjadi kampung kreatif yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Memiliki Potensi Wisata dan Industri Kreatif
Desa Hessa Perlompongan merupakan satu dari 12 desa di Kecamatan Air Batu. Lokasinya berjarak sekitar 17,8 kilometer dari ibu kota Kabupaten Asahan dan berada di sepanjang Jalan Lintas Sumatera, sehingga memiliki akses transportasi yang strategis.
Desa ini memiliki luas wilayah sekitar 638 hektare dengan jumlah penduduk 5.382 jiwa yang tersebar di empat dusun. Selain potensi geografis dan sumber daya masyarakat, Hessa Perlompongan juga memiliki sejumlah prestasi.
Di antaranya, Juara Lomba Desa Terbaik tingkat Kabupaten Asahan dan Provinsi Sumatera Utara pada 2024, Desa Binaan Sadar Hukum Kemenkumham Sumatera pada 2024, Juara Umum Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat kecamatan pada 2023, serta Juara Festival Nasyid tingkat kecamatan pada 2025.
Berbagai potensi tersebut menjadi modal untuk mengembangkan desa sebagai kawasan wisata kreatif yang menggabungkan kegiatan ekonomi, pelestarian budaya, dan kepedulian terhadap lingkungan.
Potensi unggulan yang dipaparkan meliputi seni dan budaya lokal, Sungai Ligasan, serta agrowisata kebun sayur. Desa ini juga memiliki sejumlah usaha kreatif, seperti industri mebel, pembuatan tas dan dompet berbahan kain perca, produksi keripik, pembuatan bunga hias, serta aksesori dari limbah plastik.
UMKM dan Lingkungan Jadi Fokus Pengembangan
Pengembangan Kampung Kreatif Sumut Berkah di Desa Hessa Perlompongan dirancang dengan mengintegrasikan potensi lokal, budaya, pertanian, UMKM, lingkungan, dan kreativitas dalam satu ekosistem wisata desa.
Masyarakat diharapkan menjadi pelaku utama melalui penyediaan ruang kreatif, penguatan usaha, pelatihan keterampilan, digitalisasi UMKM, serta promosi produk dan potensi desa.
Pemanfaatan bahan bekas, seperti kain perca dan limbah plastik, juga menjadi bagian dari potensi industri kreatif yang dapat dikembangkan. Upaya ini diarahkan untuk mendorong kegiatan produktif masyarakat sekaligus meningkatkan nilai guna bahan yang sebelumnya tidak dimanfaatkan secara optimal.
Melalui visi dan rancangan induk awal atau masterplan, Desa Hessa Perlompongan ditargetkan berkembang menjadi kampung wisata kreatif yang berdaya saing, berbudaya, inovatif, dan berkelanjutan. Pengembangan tersebut juga diharapkan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat setempat.
Tim Provinsi Beri Masukan untuk Penyempurnaan Program
Ketua Tim Penjaringan Program Kampung Kreatif Sumut Berkah untuk Kabupaten Asahan, Ony Hapsari Manullang, S.STP., M.AP., mengapresiasi konsep dan visi yang disampaikan Pemerintah Kabupaten Asahan.
Namun, ia memberikan sejumlah masukan agar rencana pengembangan tersebut dijabarkan secara lebih konkret. Penjelasan perlu mencakup target program, bentuk kegiatan yang akan dilaksanakan, serta dampak yang diharapkan bagi masyarakat.
Aspek status dan kesesuaian lahan juga menjadi perhatian. Selain itu, keberlanjutan fasilitas yang nantinya dibangun perlu dipastikan agar tidak terbengkalai setelah program berjalan.
Dari sisi lingkungan, pemanfaatan Sungai Ligasan dan pengelolaan sampah perlu mendapat perhatian dalam perencanaan. Kesiapan administrasi dan kelembagaan juga harus dipenuhi, termasuk kelengkapan surat keputusan (SK) serta perangkat pendukung pelaksanaan program.
Masukan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan konsep Kampung Kreatif Sumut Berkah dapat dilaksanakan secara terarah dan berkelanjutan, bukan sekadar menjadi gagasan dalam pemaparan.
Dilanjutkan dengan Peninjauan Lapangan
Setelah pemaparan, tahapan berikutnya dijadwalkan berupa peninjauan langsung ke Desa Hessa Perlompongan. Kunjungan tersebut bertujuan melihat potensi desa sekaligus menilai kesiapan lokasi yang diusulkan dalam Program Kampung Kreatif Sumut Berkah Tahun 2026.
Peninjauan lapangan diharapkan dapat memberikan gambaran lebih jelas mengenai kesesuaian antara konsep yang dipaparkan dengan kondisi nyata di desa.
Dengan pengembangan yang terencana, potensi budaya, pertanian, lingkungan, dan industri kreatif Desa Hessa Perlompongan diharapkan dapat menjadi sumber kegiatan ekonomi produktif serta mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat. (OK. Zulfan).


