Tragis! Bocah 7 Tahun Tenggelam di Pantai Parapat, Polisi Ungkap Kelalaian Fatal

Simalungun, infojurnalis.com – Tragis, bocah tenggelam di Pantai Wisma Bahari Parapat mengundang perhatian serius aparat kepolisian. Seorang anak perempuan berusia 7 tahun berinisial SKNA, wisatawan asal Kabupaten Batu Bara, meninggal setelah tenggelam saat berenang pada Sabtu (28/03/2026).

Bocah tenggelam tersebut diketahui merupakan pelajar kelas 2 SD dari Desa Dahari Selebar. Korban diduga terseret arus di area pantai yang tidak dilengkapi sistem pengamanan memadai.

Peristiwa nahas ini terjadi sekitar pukul 11.55 WIB. Laporan pertama diterima Polsek Parapat dari pihak karyawan Wisma Bahari yang mengetahui adanya korban tenggelam di lokasi wisata tersebut.

Bocah tenggelam ini langsung ditindaklanjuti oleh personel kepolisian dengan mendatangi tempat kejadian perkara. Polisi juga berkoordinasi dengan RSUD Parapat untuk proses penanganan korban.

Kapolsek Parapat, AKP Mantho Pandiangan, mengatakan pihaknya telah melakukan olah TKP dan memeriksa sejumlah saksi, termasuk keluarga korban.

Ia menegaskan bahwa peristiwa ini menjadi perhatian serius karena berkaitan langsung dengan standar keselamatan di lokasi wisata air yang ramai pengunjung.

Dari hasil investigasi awal, polisi menemukan sejumlah faktor penting yang diduga menjadi penyebab kejadian. Di antaranya minimnya pembatas area berenang serta tidak adanya jaring pelampung di bawah air yang berfungsi mencegah pengunjung terseret arus.

Selain itu, tidak terdapat papan informasi mengenai kedalaman air. Kondisi ini membuat wisatawan tidak memiliki acuan batas aman saat berenang.

Polisi juga menyoroti lemahnya pengawasan dari pihak pengelola. Di lokasi tidak ditemukan petugas lifeguard yang seharusnya siaga mengawasi aktivitas pengunjung.

Ironisnya, meskipun pengunjung dikenakan tiket masuk sebesar Rp15.000 per orang, fasilitas keselamatan di lokasi dinilai sangat minim.

Kapolsek Parapat mengimbau seluruh pengelola wisata di kawasan tersebut untuk segera meningkatkan pengawasan dan melengkapi sarana keselamatan guna mencegah kejadian serupa.

Peristiwa ini menjadi peringatan keras bahwa keselamatan pengunjung harus menjadi prioritas utama dalam pengelolaan tempat wisata. (MS).

Trending Topic

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Related news