Tanah Karo, Infojurnalis.com — Pangdam I/Bukit Barisan (I/BB) Mayjen TNI Hendy Antariksa meninjau langsung kesiapsiagaan penanganan erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Kamis (3/9/2026).
Peninjauan dilakukan untuk melihat perkembangan aktivitas Gunung Sinabung sekaligus memastikan kesiapan personel, sarana, dan unsur terkait dalam menghadapi kemungkinan peningkatan aktivitas vulkanik.
Kegiatan berlangsung di Command Center Kodim 0205/TK. Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Karo Antonius Ginting, Kajari Karo Edmond Noveri Purba, Kepala PVMBG Sumut Kristianto, Dandim 0205/TK Letkol Inf Robert B. Panjaitan, Kapolres Tanah Karo AKBP Pebriandi Haloho, Kepala Pos PVMBG Sinabung Armen Putra, serta sejumlah PJU Kodam I/BB.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pemaparan dari PVMBG Sumut mengenai perkembangan aktivitas Gunung Sinabung. Selanjutnya, Dandim 0205/TK menyampaikan kesiapan penanganan bencana.
Setelah pemaparan, Pangdam I/BB memimpin Apel Gelar Pasukan Penanggulangan Bencana Alam Gunung Sinabung.
Dalam arahannya, Hendy menegaskan bahwa penanganan erupsi Gunung Sinabung merupakan tugas kemanusiaan yang harus dipersiapkan secara matang.

Ia meminta seluruh personel memastikan kesiapan fisik, sarana, mental, serta logistik sebelum menjalankan tugas. Personel juga diminta menguasai rute evakuasi secara detail dan menjaga kesehatan selama berada di lapangan.
Hendy menekankan agar personel memberikan imbauan dan bantuan kepada masyarakat dengan pendekatan yang ikhlas, tulus, ramah, dan humanis.
Menurutnya, kehadiran personel di tengah masyarakat merupakan bagian dari upaya negara memberikan rasa aman dan bantuan ketika warga menghadapi kondisi darurat.
Usai apel, Pangdam bersama rombongan mengecek personel dan display materiel yang telah disiapkan untuk mendukung penanganan erupsi Gunung Sinabung.
Pengecekan tersebut dilakukan untuk memastikan personel, sarana, dan material dapat digunakan apabila sewaktu-waktu dibutuhkan dalam proses penanganan bencana maupun evakuasi masyarakat.

Selanjutnya, rombongan bergerak menuju Pos Tinjau PVMBG di Desa Naman Siroga. Di lokasi tersebut, Pangdam kembali menerima penjelasan mengenai perkembangan aktivitas Gunung Sinabung.
Berdasarkan pemantauan dan penjelasan tim PVMBG, aktivitas Gunung Sinabung pada periode 31 Agustus hingga 3 September 2026 menunjukkan kecenderungan menurun.
Meski aktivitas menurun, Pangdam mengingatkan seluruh unsur penanggulangan bencana agar tidak lengah. Kemungkinan terjadinya erupsi dengan dampak lebih besar tetap harus diantisipasi.
“Walaupun aktivitasnya menurun, kita tidak boleh lengah. Kondisi yang menurun ini bisa juga menjadi erupsi besar lainnya. Walaupun itu tidak kita harapkan, kita harus tetap mengantisipasi apabila hal itu terjadi,” ujar Hendy.
Sebagai langkah antisipasi, Kodam I/BB bersama Polri dan unsur pendukung lainnya menyiagakan 1.279 personel untuk menghadapi kemungkinan terjadinya erupsi.
Hendy juga menyampaikan bahwa evakuasi masyarakat telah dilakukan di sejumlah wilayah berdasarkan analisis dan rekomendasi PVMBG. Salah satu wilayah yang disebut adalah Kuta Tengah.
“Kita berdoa agar hal terburuk tidak terjadi, tetapi kesiapsiagaan harus tetap kita jaga,” pungkasnya. (F).
Sumber: Pendam I/BB.


