Jakarta, infojurnalis.com – NOC Indonesia mengambil langkah strategis dengan mempelajari sistem pembinaan olahraga Amerika Serikat sebagai upaya memperkuat ekosistem olahraga nasional. Program tersebut dijalankan melalui partisipasi resmi Komite Olimpiade Indonesia (KOI) dalam International Visitor Leadership Program (IVLP).
NOC Indonesia menilai sistem olahraga Amerika Serikat memiliki banyak praktik yang dapat menjadi referensi untuk meningkatkan tata kelola organisasi olahraga di Indonesia. Pembelajaran tersebut mencakup pengelolaan organisasi yang transparan, strategi pendanaan, pemasaran industri olahraga, hingga kolaborasi dengan perguruan tinggi dalam mencetak atlet berprestasi.
Langkah ini juga diarahkan untuk memperkuat pembinaan atlet secara berjenjang, mulai dari usia dini, remaja, hingga atlet elite. Pengembangan sistem tersebut diharapkan mampu membangun fondasi olahraga nasional yang lebih berkelanjutan dan kompetitif di tingkat internasional.
Ketua Umum NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari, mengatakan Indonesia memiliki potensi besar sebagai negara dengan jumlah penduduk sekitar 280 juta jiwa. Menurutnya, besarnya populasi dan kondisi geografis Indonesia harus didukung dengan ekosistem olahraga yang kuat serta penerapan sport science yang terintegrasi agar mampu menghasilkan atlet berprestasi dunia.
Oktohari menegaskan bahwa prestasi olahraga tidak dapat dibangun secara instan. Dibutuhkan sistem pembinaan yang berkesinambungan serta jalur pengembangan atlet yang jelas sejak usia muda hingga mencapai level tertinggi.
Salah satu sistem yang menjadi perhatian dalam kunjungan tersebut adalah pemanfaatan kompetisi perguruan tinggi melalui NCAA di Amerika Serikat. Sistem itu dinilai berhasil menjadi jalur pembinaan sekaligus pencarian bakat atlet nasional yang berkelanjutan.
NOC Indonesia memandang pengalaman tersebut relevan dengan upaya pengembangan olahraga nasional. Selain memperkuat pembinaan atlet usia muda, hasil pembelajaran dari program IVLP juga akan menjadi bahan evaluasi dan rekomendasi untuk pengembangan sistem olahraga di Indonesia.
Oktohari menyampaikan hasil kunjungan tersebut nantinya akan dilaporkan kepada Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir. Program ini juga sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat pembinaan olahraga melalui program pemusatan latihan nasional jangka panjang.
Dalam kunjungan ke Amerika Serikat, Raja Sapta Oktohari didampingi sembilan delegasi dari jajaran KOI, yakni Tommy Hermawan Lo, Josephine Tampubolon, Krisna Bayu, Greysia Polii, Cresida Mariska, Richard Sam Bera, Tabitha Charmaine Sumendap, Tara Talitha, dan Brigitha Sesilya. (Red/Rel).


