HANI 2026, BNN Gelar Malam Renungan Penuh Makna Lawan Ancaman Narkotika

Depok, Infojurnalis.com – Badan Narkotika Nasional (BNN) menggelar malam renungan dalam rangka memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026. Kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian terhadap dampak penyalahgunaan narkotika yang telah menimbulkan banyak korban jiwa serta berbagai persoalan sosial di masyarakat.

HANI 2026 diperingati melalui kegiatan bertajuk Majelis Nyala Purnama #13 yang berlangsung di Selasar Gedung Makara Art Center Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Selasa (30/6/2026). Acara tersebut terselenggara melalui kerja sama BNN dengan Direktorat Kebudayaan Universitas Indonesia, Urban Spiritual Indonesia, dan Komoenitas Makara.

Malam renungan ini digelar secara sederhana, namun sarat pesan kemanusiaan. Kegiatan dirancang sebagai ruang refleksi bersama dengan menggabungkan unsur budaya, spiritualitas, dan nilai-nilai kemanusiaan dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya narkotika.

Majelis Nyala Purnama #13 menghadirkan berbagai kegiatan, mulai dari orasi budaya, talkshow, pertunjukan musik, pertunjukan tari, pembacaan puisi, hingga meditasi bersama. Seluruh rangkaian acara diarahkan untuk membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya menjaga masyarakat, khususnya generasi muda, dari ancaman penyalahgunaan narkotika.

Deputi Pencegahan BNN RI, M. Zainul Muttaqien, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, budayawan, komunitas, akademisi, dan masyarakat memiliki peran penting dalam membangun budaya bersih narkoba.

HANI 2026 kali ini mengusung tema “Membangun Strategi Preventif dalam Membentuk Kesadaran Budaya Bersih Narkoba”. Tema tersebut menekankan pentingnya langkah pencegahan melalui penguatan nilai budaya, kepedulian sosial, dan kesadaran bersama dalam melindungi masyarakat dari bahaya narkotika.

Dalam sambutannya, M. Zainul Muttaqien menegaskan bahwa malam renungan bukan sekadar kegiatan seremonial. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi ruang keheningan untuk merenungkan dampak besar yang ditimbulkan oleh penyalahgunaan narkotika terhadap kehidupan manusia.

“Malam ini bukanlah sekadar sebuah seremoni. Malam ini adalah ruang keheningan bagi kita untuk berhenti sejenak dari hiruk pikuk kehidupan, menundukkan kepala, mengetuk hati nurani, dan merenungkan betapa besar dampak penyalahgunaan narkotika terhadap kehidupan manusia,” ujar M. Zainul Muttaqien.

Selain sesi refleksi, kegiatan juga diisi dengan talkshow yang menghadirkan Deputi Rehabilitasi BNN RI, dr. Bina Ampera Bukit, dan pakar kriminologi serta kepolisian yang juga Anggota Kelompok Ahli BNN, Prof. Drs. Adrianus Meliala.

Dalam diskusi tersebut, para narasumber menyoroti pentingnya peran keluarga sebagai benteng utama dalam mencegah penyalahgunaan narkotika. Keluarga dinilai memiliki posisi strategis dalam membangun pengawasan, pendidikan, dan pembentukan karakter anak sejak dini.

Para pembicara juga mengingatkan bahwa ancaman kejahatan narkotika saat ini semakin kompleks sehingga membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam upaya pencegahan.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan meditasi bersama yang berlangsung dalam suasana tenang dan penuh perenungan. Sesi tersebut menjadi momentum refleksi kolektif untuk memperkuat komitmen menjaga generasi muda dari bahaya narkotika sekaligus menumbuhkan harapan menuju Indonesia yang sehat dan Bersih dari Narkotika (Bersinar).

Melalui peringatan HANI 2026 ini, BNN menegaskan bahwa perang melawan narkotika tidak hanya dilakukan melalui penegakan hukum, tetapi juga melalui pendekatan budaya, edukasi, dan penguatan nilai kemanusiaan yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat. (Red/Rel).

Sumber: Biro Humas dan Protokol BNN.

Trending Topic

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Related news