BNPB Salurkan DTH untuk Korban Banjir Aceh Tamiang, 259 KK Terima Bantuan Hunian

Aceh Tamiang – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyalurkan bantuan Dana Tunggu Hunian (DTH) kepada 259 kepala keluarga korban banjir di Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh. Bantuan ini diberikan kepada warga terdampak banjir yang terjadi pada akhir November 2025.

 

Penyerahan bantuan DTH berlangsung secara simbolis di Kantor Kecamatan Rantau pada Selasa (10/03/2026). Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto bersama Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi menyerahkan bantuan tersebut kepada lima perwakilan kepala keluarga penerima.

BNPB menyalurkan bantuan DTH kepada 259 kepala keluarga sebagai bagian dari tahap kedua penyaluran bantuan untuk korban banjir di Kecamatan Rantau. Secara keseluruhan terdapat 969 kepala keluarga yang menjadi penerima bantuan pada tahap ini.

Dana Tunggu Hunian diberikan kepada warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat akibat banjir dan sementara waktu memilih tinggal di rumah kerabat atau menyewa tempat tinggal. Bantuan ini disediakan pemerintah pusat melalui BNPB hingga pembangunan hunian tetap bagi warga terdampak selesai dilakukan.

Setiap kepala keluarga penerima bantuan mendapatkan Dana Tunggu Hunian sebesar Rp1,8 juta untuk periode tiga bulan. Bantuan tersebut dihitung sejak Januari hingga Maret 2026 sebagai dukungan bagi warga yang masih menunggu proses pembangunan hunian tetap.

Selain bantuan DTH, BNPB juga menyalurkan bantuan bahan pokok kepada 259 kepala keluarga terdampak banjir. Bantuan tambahan berupa bingkisan untuk anak-anak juga diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga selama masa pemulihan pascabencana.

Bantuan ini diharapkan dapat membantu keluarga korban banjir sebelum mereka menerima bantuan lanjutan berupa jaminan hidup serta dukungan ekonomi sebesar Rp5 juta dari Kementerian Sosial.

Bnpb

Dalam pertemuan dengan warga penerima bantuan, Kepala BNPB Suharyanto menjelaskan rencana pembangunan hunian tetap bagi masyarakat terdampak banjir. Pemerintah pusat menyiapkan dua skema pembangunan hunian tetap, yaitu pembangunan di lokasi lama atau insitu dan pembangunan secara terpusat.

Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang saat ini telah menyiapkan sejumlah lahan untuk pembangunan hunian tetap terpusat bagi warga terdampak bencana.

Sementara itu, bagi warga yang memilih skema insitu, pembangunan hunian tetap nantinya akan dilakukan di atas tanah milik warga atau di lokasi rumah yang rusak akibat banjir.

Menurut Suharyanto, pembangunan hunian tetap dengan skema insitu direncanakan akan dimulai setelah libur Idulfitri. Hunian tetap jenis ini akan dibangun oleh BNPB, sedangkan hunian tetap terpusat akan dibangun oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman.

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang masih memprioritaskan percepatan pembangunan hunian sementara atau huntara bagi warga terdampak banjir.

Kepala BNPB juga mendorong warga yang masih berada di tenda pengungsian untuk segera menempati hunian sementara yang telah disediakan pemerintah agar mendapatkan fasilitas yang lebih layak.

Data sementara menunjukkan sebanyak 2.248 unit hunian sementara telah selesai dibangun untuk menampung masyarakat terdampak banjir di Aceh Tamiang.

Pemerintah berharap masyarakat yang belum menempati hunian sementara dapat segera memanfaatkan fasilitas tersebut sambil menunggu pembangunan hunian tetap yang sedang dipersiapkan pemerintah. (Red/Rel).

 

Sumber: BNPB RI.

Trending Topic

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Related news