Jakarta, Infojurnalis.com — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bergerak cepat menyalurkan bantuan bagi korban gempa bumi di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Sebanyak 165,97 ton atau 165.971 kilogram bantuan logistik dan peralatan pengungsian diberangkatkan dari Pos Pendukung Logistik Nasional PDB Gempabumi NTT Halim Perdanakusuma pada Selasa (18/8/2026).
Bantuan gempa NTT tersebut dikirim melalui jalur udara untuk menjangkau wilayah Maumere (MOF) dan Labuan Bajo (LBJ). Pengiriman melibatkan armada TNI Angkatan Udara (TNI AU), pesawat kargo, dan maskapai komersial.
Dari total bantuan yang diberangkatkan, BNPB menggunakan anggaran Dana Siap Pakai (DSP) untuk memimpin pengiriman 120 ton logistik melalui delapan sortie penerbangan utama.
Pada sortie pertama, bantuan yang dikirim terdiri atas 4.100 lembar selimut, dua set tenda pengungsi berukuran 6×12 meter, 126 set tenda keluarga berukuran 4×4 meter, serta empat perangkat internet satelit Starlink.
Sortie kedua membawa 1.000 lembar sarung, 190 set tenda keluarga, 130 kasur lipat, dan 200 paket sembako.
Selanjutnya, sortie ketiga mengangkut 199 tenda keluarga, 17 set tenda pengungsi, 150 paket hygiene kit, 250 velbed, 200 kasur lipat, 1.500 seragam BNPB, serta 500 paket sembako.
Pada sortie keempat, bantuan yang diberangkatkan meliputi 250 paket hygiene kit, 20 set tenda pengungsi, 60 set tenda keluarga, dan 1.250 lembar matras.

Sortie kelima membawa 1.265 paket makanan siap saji, 250 paket hygiene kit, 200 set tenda keluarga, 3.000 lembar matras, serta 2.000 lembar selimut.
Sementara itu, sortie keenam mengangkut 90 set tenda keluarga, 1.000 lembar sarung, 2.000 potong busana gamis, 2.000 potong baju koko, enam perangkat Starlink, 16 genset darurat, dan 400 paket sembako.
Sortie ketujuh membawa 100 set tenda keluarga, 2.250 lembar matras, 1.000 lembar selimut, serta 10 set tenda pengungsi.
Muatan yang sama juga dikirim melalui sortie kedelapan, yakni 100 set tenda keluarga, 2.250 lembar matras, 1.000 lembar selimut, dan 10 set tenda pengungsi.
Selain pengiriman utama BNPB, unsur pentahelix turut menyalurkan bantuan tambahan seberat 45.971 kilogram menggunakan armada TNI AU.
Pada sortie A dengan pesawat Airbus A-4002, total bantuan mencapai 22.010 kilogram. Sekretariat Presiden (Setpres) mengirim 2.000 paket sembako, 500 dus biskuit, dan 375 dus Pop Mie.
Polda turut mengirim 500 dus mi instan dan 250 dus air mineral ukuran 1,5 liter. Sementara itu, Kementerian Pertahanan (Kemhan) menyalurkan satu unit motor Viar penjernih air dan 10 perangkat Starlink.


Kemudian, sortie B menggunakan Boeing A-7304 membawa bantuan dengan total berat 3.969 kilogram. Bantuan tersebut terdiri atas 373 paket sembako dan 250 dus biskuit dari Setpres serta satu set peralatan dapur dari Tim Manguni 86.
Pada sortie C menggunakan Boeing A-7305, total bantuan mencapai 9.997 kilogram. Muatannya terdiri atas 1.000 paket sembako dan 250 dus biskuit dari Setpres, 366 dus mi instan dari Polda, serta 100 dus air mineral.
Sementara itu, sortie D menggunakan Boeing A-7306 mengangkut bantuan seberat 9.995 kilogram. Setpres mengirim 1.000 paket sembako, 250 dus biskuit, dan 1.000 dus Pop Mie.
OT Group juga turut memberikan bantuan berupa 250 dus Teh Gelas dan 40 dus biskuit.
Distribusi bantuan tidak hanya berfokus pada kebutuhan makanan dan tempat tinggal sementara. BNPB juga memasukkan perangkat pendukung komunikasi, air bersih, dan listrik untuk membantu kondisi di wilayah terdampak serta lokasi pengungsian.
Sebanyak 20 perangkat internet satelit Starlink, yang merupakan gabungan bantuan dari Kemhan dan BNPB, disiapkan untuk mengantisipasi gangguan komunikasi. Selain itu, satu unit motor Viar penjernih air dikirim untuk mendukung ketersediaan air bersih.
Sebanyak 16 genset darurat juga disalurkan untuk membantu memenuhi kebutuhan listrik di area terdampak bencana dan pengungsian.
BNPB berharap seluruh bantuan tersebut dapat memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat sekaligus mempercepat proses pemulihan pascabencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur.
Pengiriman bantuan ini melibatkan berbagai unsur dalam semangat gotong royong untuk mendukung masyarakat yang terdampak gempa, mulai dari kebutuhan pangan, perlengkapan pengungsian, kebersihan, komunikasi, air bersih, hingga listrik. (Red/Rel).
Sumber: BNPB RI.


