Simalungun, Infojurnalis.com – Angin puting beliung menerjang Huta 2 dan Huta 5, Nagori Talun Madear, Kecamatan Pematang Bandar, Kabupaten Simalungun, Kamis (2/7/2026) sekitar pukul 18.30 WIB. Bencana alam tersebut mengakibatkan puluhan bangunan mengalami kerusakan, mulai dari rumah warga hingga fasilitas umum.
Puting beliung yang disertai angin kencang menyebabkan sejumlah atap bangunan rusak dan beberapa pohon tumbang. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kerugian material yang dialami masyarakat cukup signifikan.
Merespons kejadian tersebut, Babinsa Koramil 06/Perdagangan Kodim 0207/Simalungun bersama perangkat nagori dan pihak terkait langsung turun ke lokasi untuk melakukan pendataan serta memantau kondisi warga terdampak. Langkah cepat tersebut dilakukan guna memastikan situasi pascabencana tetap terkendali dan kebutuhan warga dapat segera diidentifikasi.
Berdasarkan hasil pendataan awal, sebanyak 19 unit rumah warga mengalami kerusakan akibat terpaan angin puting beliung. Selain itu, satu unit Masjid Al-Jihat dan satu unit SD Negeri 095253 juga terdampak dan mengalami kerusakan.

Kerusakan yang terjadi bervariasi, mulai dari kategori ringan hingga berat. Nilai kerugian yang dialami warga mencapai jutaan rupiah pada masing-masing rumah yang terdampak.
Kerusakan pada fasilitas umum turut menjadi perhatian karena berkaitan langsung dengan aktivitas masyarakat. Perbaikan tempat ibadah dan sarana pendidikan diharapkan dapat segera dilakukan agar kegiatan warga dan proses belajar mengajar dapat kembali berjalan normal.
Babinsa Koramil 06/Perdagangan saat ini terus berkoordinasi dengan pemerintah nagori, aparat kecamatan, serta instansi terkait untuk memastikan proses pendataan berjalan maksimal. Koordinasi tersebut juga dilakukan sebagai dasar penyusunan langkah penanganan lanjutan terhadap bangunan yang mengalami kerusakan.
Warga diimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem. Mengingat kondisi cuaca masih berpotensi terjadi hujan yang disertai angin kencang, masyarakat diminta memperhatikan keselamatan diri dan lingkungan sekitar.
Kehadiran Babinsa di lokasi bencana menjadi bagian dari tugas pembinaan teritorial sekaligus bentuk kepedulian TNI kepada masyarakat. Melalui semangat gotong royong dan kerja sama seluruh pihak, proses pemulihan pascabencana diharapkan dapat berlangsung lebih cepat sehingga warga terdampak dapat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari dengan aman dan nyaman.
Sumber: Penerangan Kodim 0207/Simalungun. (Musliadi)


