Jakarta, Infojurnalis.com – Badan Narkotika Nasional (BNN) RI memberikan apresiasi terhadap film “MAJU: Jejak Pahit Si Kembang Gula” yang dinilai mampu menjadi media edukasi efektif dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba, khususnya di kalangan anak-anak dan generasi muda.
Apresiasi tersebut disampaikan dalam kegiatan Special Screening dan Press Conference film “MAJU: Jejak Pahit Si Kembang Gula” yang berlangsung di Metropole XXI, Jakarta Pusat, Senin (15/06/2026). Acara itu dihadiri jajaran Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama BNN RI, perwakilan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Lembaga Sensor Film (LSF), Panen Entertainment, serta para pemain dan kru film.
Mewakili Kepala BNN RI, Deputi Pencegahan BNN RI, M. Zainul Muttaqien, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi menghadirkan film tersebut. Menurutnya, film merupakan sarana yang efektif untuk membangun kesadaran masyarakat terhadap berbagai persoalan sosial, termasuk bahaya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.
Ia menegaskan bahwa film “MAJU: Jejak Pahit Si Kembang Gula” merupakan salah satu bentuk dukungan terhadap pelaksanaan Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya Asta Cita ke-7 yang berfokus pada pencegahan dan pemberantasan narkoba.
“Film MAJU merupakan salah satu implementasi Asta Cita ketujuh Presiden Prabowo dalam upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba. Melalui film ini, pesan-pesan edukasi dapat disampaikan dengan cara yang lebih dekat dan mudah dipahami oleh masyarakat, khususnya anak-anak dan generasi muda,” ujarnya.
Menurut M. Zainul Muttaqien, penanggulangan masalah narkoba tidak hanya dilakukan melalui pendekatan penegakan hukum atau hard power approach. Upaya pencegahan juga perlu diperkuat melalui pendekatan lunak atau soft power approach berupa edukasi serta pembentukan karakter.
Film “MAJU: Jejak Pahit Si Kembang Gula” mengangkat kisah petualangan empat sahabat yang berusaha mengungkap misteri hilangnya seorang teman melalui petunjuk berupa potongan kembang gula. Selain menghadirkan cerita yang menarik, film ini juga menyampaikan berbagai pesan positif.
Pesan tersebut meliputi pentingnya persahabatan, pendidikan karakter, peran keluarga, pemberdayaan guru, inklusi sosial, sikap anti-perundungan atau bullying, serta kemampuan berpikir kritis dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
Tak hanya mendapat perhatian di dalam negeri, film ini juga berhasil meraih apresiasi di tingkat internasional. “MAJU: Jejak Pahit Si Kembang Gula” memperoleh penghargaan Best Feature Film pada Moscow International Children’s Film Festival. Film ini juga terpilih sebagai Official Nominee pada Canada International Children Film Festival serta Official Selection di sejumlah festival film internasional lainnya.
BNN berharap film yang dijadwalkan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia pada 6 Agustus 2026 tersebut dapat menjadi sarana edukasi yang efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya narkoba.
Selain itu, BNN mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung dan menyebarluaskan pesan positif yang diusung film MAJU sebagai bagian dari upaya bersama mewujudkan Indonesia Bersinar atau Bersih Narkoba serta mendukung tercapainya Generasi Emas Indonesia 2045. (Red/Rel).
Sumber: Biro Humas dan Protokol BNN.


