Banjir Demak Meluas, 2.839 Warga Mengungsi Tanggul Jebol Picu Darurat

Jakarta, infojurnalis.com – Banjir Demak terus meluas dan jumlah warga terdampak kian bertambah. Hingga Sabtu (4/4) pukul 09.00 WIB, sebanyak 2.839 jiwa terpaksa mengungsi akibat banjir yang dipicu hujan deras dan meluapnya Sungai Tuntang.

Banjir Demak ini juga diperparah oleh jebolnya sejumlah tanggul di beberapa titik. Kondisi tersebut menyebabkan genangan air tinggi dan memaksa warga meninggalkan rumah demi keselamatan.

Data sementara menunjukkan para pengungsi tersebar di berbagai lokasi. Sebanyak 200 jiwa mengungsi di Masjid Babu Rohim Dukuh Solondoko, 500 jiwa di Masjid Rodhotul Janah Dukuh Solowere, 119 jiwa di Kantor Kecamatan Guntur, dan 400 jiwa di Tanggul Gobang. Selain itu, pengungsi juga berada di balai desa, mushola, madrasah, hingga rumah warga, dengan pendataan yang masih terus berlangsung.

Banjir Demak berdampak pada sedikitnya delapan desa di empat kecamatan, yakni Guntur, Karangtengah, Wonosalam, dan Kebonagung. Wilayah paling parah berada di Kecamatan Guntur.

Banjir demak

Tanggul jebol terjadi di Desa Trimulyo pada dua titik, masing-masing sepanjang sekitar 30 meter di Dukuh Solondoko dan 10 meter di Dukuh Solowere. Selain itu, tanggul di Desa Sidoharjo juga jebol sepanjang kurang lebih 15 meter.

Akibatnya, ketinggian air di beberapa desa seperti Trimulyo dan Ploso mencapai 100 hingga 150 sentimeter. Genangan tersebut membuat akses jalan di Desa Trimulyo tidak bisa dilalui kendaraan kecil.

Limpasan air juga meluas ke sejumlah desa lain seperti Turitempel dan Sumberejo di Kecamatan Guntur, serta Solowire dan Sarimulyo di Kecamatan Kebonagung. Meski demikian, kondisi di wilayah tersebut dilaporkan masih relatif aman.

Di Desa Sidoharjo, air dari tanggul jebol mengalir hingga menggenangi area persawahan warga, berpotensi menimbulkan kerugian bagi petani.

Banjir demak

Sejumlah pengungsi dilaporkan mengalami sakit dan telah mendapatkan penanganan dari dinas kesehatan setempat. Kondisi ini menunjukkan kebutuhan penanganan darurat yang terus meningkat.

Banjir Demak menjadi perhatian serius pemerintah pusat. Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto tetap memantau situasi meski sedang berada di Manado untuk penanganan gempa bumi.

Pada Jumat (3/4) malam, ia langsung memerintahkan jajaran BNPB berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Jawa Tengah untuk mengidentifikasi kebutuhan mendesak di lapangan. Personel BNPB juga telah diterjunkan ke lokasi guna mempercepat penanganan darurat.

Upaya penanganan terus dilakukan, termasuk pendataan korban, distribusi bantuan, dan penanganan wilayah terdampak agar kondisi segera terkendali. (Red/Rel).

Sumber: BNPB RI.

Trending Topic

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Related news