Info Jurnalis | Safari Bazaar putaran ke-19 menghadirkan kombinasi kegiatan bisnis, hiburan, komunitas, dan industri kreatif. Sepanjang Agustus 2026, kegiatan berlangsung di Maple Park Sunter, Signature Park Grande Cawang, Victoria Square Tangerang, dan Sahid Sudirman.
RINS Kombis tetap mempertahankan konsep bazaar sebagai ruang pertemuan antara pelaku usaha dan konsumen. Namun, pada putaran kali ini, rangkaian hiburan mendapat porsi yang semakin kuat.
Beauty pageant, penyanyi pendatang baru, komunitas, dan berbagai aktivitas interaktif hadir dalam kegiatan tersebut.
Beauty Pageant Hadir di Victoria Square
Salah satu agenda yang menarik perhatian berlangsung di Victoria Square.
Miss Elite Global dan Miss Intercelestial hadir sebagai rekanan atau partner dalam berbagai kegiatan Safari Bazaar. Para beauty pageant juga datang ke Permata Hijau Suites, meski proyek tersebut tidak ikut berpartisipasi dalam putaran ke-19 bersama empat proyek hunian lainnya.
Ajang Miss Elite Global, Mister Elite Global, dan Miss Intercelestial 2026 berlangsung di Jakarta pada 22–29 Agustus 2026. Total peserta mencapai 25 orang dari berbagai negara.
Peserta dan pemenang utama yang disebut dalam kegiatan tersebut antara lain Sol Tinio dari Amerika Serikat sebagai Pemenang Miss Elite Global 2026, Gleza Jean Isaac dari Filipina sebagai Pemenang Miss Intercelestial 2026, Thea Samantha Lacanlalay dari Filipina, Putri Ulba dari Indonesia, Alejandra Nievas dari Australia, Mathilda Almeida dari Prancis, Divya Ramdewor dari Mauritius, Lydia Petersen dari Norwegia, Uththara Ranasinghe dari Sri Lanka, Simon dari Zimbabwe, serta Myrthe Koeken dari Belanda.
Kehadiran peserta dari berbagai negara juga mendapat perhatian Pemerintah Kota Tangerang.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tangerang Boyke Urif Hermawan hadir dalam kegiatan tersebut.
“Kami mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih setinggi-tingginya kepada manajemen Victoria Square,” ujar Boyke Urif Hermawan.
Ia menyampaikan terima kasih kepada manajemen Victoria Square karena telah menghadirkan tamu dari berbagai negara untuk mengenal sekaligus mempromosikan kebudayaan dan pariwisata Kota Tangerang.
Panggung Musik Jadi Bagian Utama
Selain beauty pageant, Safari Bazaar putaran ke-19 juga menampilkan sejumlah penyanyi dan talent lokal.
Di Signature Park Grande, Maple Park, dan Victoria Square, pengunjung dapat menyaksikan penampilan Grace Sidabutar, Nagia Halisa, Ivana Berliana Hutauruk, dan Talitha Salsabila.
Agenda musik tersebut berjalan bersama kegiatan lain seperti perlombaan Hari Kemerdekaan, Taichi, Line Dance, senam bersama, dan Pop Up Class SAIKI Discovery Club.
Format tersebut membuat pengunjung memiliki banyak pilihan kegiatan. Mereka dapat berbelanja, mengikuti aktivitas komunitas, atau menikmati pertunjukan di panggung.
Tema Back to 90’s di Sahid Sudirman
Suasana berbeda hadir di Sahid Sudirman Residence pada 5 dan 6 Agustus 2026.
Safari Bazaar mengusung tema back to 90’s. Jajanan dan makanan tempo dulu menjadi bagian dari konsep tersebut.
Pengunjung dapat mengikuti acara memasak dan menikmati pembagian makanan gratis. Berbagai komunitas juga datang untuk menikmati makanan viral dan jajanan tempo dulu.
Sebanyak 53 booth ikut serta. Pengunjung juga dapat menggunakan kamera 360 yang disiapkan tim Sahid Sudirman Residence.
Waroeng Kite menghadirkan booth dengan tema Jajanan Jadoel Tempoe Doeloe.
Tiga Talent Baru Diperkenalkan
Pada putaran ke-19, RINS Kombis memperluas fungsi panggung Safari Bazaar. Kegiatan tersebut mulai digunakan sebagai bagian dari talent scouting untuk RINS Entertainment.
Tiga single debut diperkenalkan kepada pengunjung.
Ivana Berliana hadir dengan “Beda Prinsip”. Thalita Salsabila memperkenalkan “Cinta Yang Mendewasakan”. Sementara Mov4 merilis “Alpha Women”.
RINS Kombis juga menangani pengembangan karier talent. Empat proyek hunian menjadi ruang promosi awal bagi talent yang berada di bawah RINS Entertainment.
Menurut Ruby Herman, ide tersebut lahir setelah pihaknya melihat banyak talent lokal tampil dalam 18 putaran sebelumnya.
“Awal Ide ini lahir dari pengamatan selama 18 putaran sebelumnya, di mana panggung Safari Bazaar terus diisi oleh talenta-talenta lokal luar biasa yang belum memiliki wadah resmi untuk masuk ke industri rekaman. RINS Kombis memutuskan untuk tidak hanya memberi ruang tampil, tetapi juga memfasilitasi karya mereka secara profesional”, tutur Ruby Herman.
Ekosistem Musik Dikembangkan
RINS Kombis berencana membangun ekosistem musik yang mencakup pembinaan, produksi, distribusi, hingga showcase.
“Rencana Ke Depan, kita akan mengembangkan ekosistem musik dari hulu ke hilir, mulai dari pembinaan bakat (talent development), produksi single, distribusi digital, hingga pembuatan showcase berkala di Safari Bazaar dan acara skala nasional lainnya”, tambah Ruby.
Calon talent harus memiliki karakter dan orisinalitas, komitmen dan etika kerja, serta attitude yang baik dan benar.
Perjalanan Berlanjut ke Putaran 20
Ruby Herman menyebut Safari Bazaar masih memiliki sejumlah aspek yang perlu ditingkatkan. Fokusnya meliputi pengaturan alur pengunjung, tata letak booth, dan promosi digital.
“Hal yang Perlu Ditingkatkan di Safari Bazaar adalah Optimalisasi manajemen alur pengunjung (crowd control), tata letak booth agar pemetaan pengunjung lebih merata, serta integrasi promosi digital agar jangkauan brand peserta bazaar semakin luas’, ungkap Ruby Herman.
Safari Bazaar selanjutnya akan memasuki putaran ke-20 pada Oktober 2026.
“Perayaan Milestone (Safari Bazaar 20th Edition) ini akan dikemas sebagai panggung perayaan perjalan panjang Safari Bazaar. Kemungkinan aka nada Konsep Grand Showcase menggabungkan festival UKM, menengah dan besar terbesar dengan konser mini yang menampilkan seluruh talent RINS Kombis, kolaborasi dengan seniman lintas disiplin, serta deretan booth tematik eksklusif”, tutup Ruby Herman.


